Tampilkan postingan dengan label Bincang Profesi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bincang Profesi. Tampilkan semua postingan
Harapan Itu Pengabdian atau Magang Itu Sukarelawan?

Harapan Itu Pengabdian atau Magang Itu Sukarelawan?

Magang ya Sukarelawan
Hai sobat memori, bagaimana puisi yang ada pada postingan sebelumnya? apakah sudah cukup menginspiratif sesuai dengan njudulnya?, tentunya sangat menginspiratif atau tidak yang terpenting adalah penempatan kita kepada posisi dimana kita dituntut untuk berpetilaku adil bagaimanapun bentuknya.
Nah sobat memori, kali ini saya ingin memberikan sebuah opini yang mana menurut saya itu benar dan nyata, namun belum bisa dinyatakan betul-betul benar, dan salah bagi sobat memori semua, tetapi patut untuk dipertimbangkan loh ya sobat.
Seperti apa bahasan yang akan saya jabarkan tidak akan menuntut kalian harus berbuat apa, namun cermati, pikirkan, dan lakukan dengan benar tanpa menyinggung dan pertentangan dengan pihak manapun.

Sobat memori, dalam mengabdi tentu banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang perawat, dan tentu ketika kita berbicara tentang pengabdian seorang perawat, seharusnya itu adalah sesuatu yang tidak berbatas dong ya,. 

Dari sekian banyak pengabdian yang dapat dilakukan oleh seorang perawat di dalam hidupnya, izinkanlah kali ini saya untuk mengangkat dua nama pengabdian terorganisir yang sering kita temui dalam dunia keperawatan yaitu bernama sukarelawan serta bernama magang. Dua buah kata tersebut tentu tidak asing lagi ya ditelinga sobat semua.

Keduanya saya sebut sebagai pengabdian karena tentu jika ingin menjalaninya (sukwan atau magang ) seorang perawat "tabu" untuk berbicara tentang uang di balik pengabdiannya tersebut.

Mengapa saya katakan "tabu" silahkan saja anda berbicara tentang uang di balik kedua kegiatan tersebut, dan sudah hampir bisa dipastikan bahwa hasil akhirnya anda akan menemukan kekecewaan. Bagaimana tidak uang yang anda terima dari kedua kegiatan tersebut (sukwan dan magang) khususnya di Indonesia, rasanya tak akan pernah cukup untuk membuat anda hidup layak sebagaimana mestinya sebagai seorang professional. Semakin anda memikirkannya, semakin anda bertanya mengapa, maka semakin sakit apa yang anda rasakan.

Anehnya sobat memori, banyak yang tetap menjalani kedua kegiatan tersebut karena ada harapan dibalik keduanya. Dibalik kegiatan menjadi sukwan, ada harapan semoga suatu saat diangkat menjadi PNS. Bibalik kegiatan magang, ada harapan semoga suatu saat diangkat menjadi karyawan kontrak atau bahkan pegawai tetap di tempat magang tersebut. Jika harapan itu ada, cobalah tanyakan pada yang menerima anda menjadi sukwan atau magang, kapankah harapan itu terwujud, setahunkah, dua tahunkah, tiga tahunkah, atau tanpa batas sama sekali. Adakah garansi jika anda telah menjadi sukwan sekian tahun, pasti akan diangkat sebagai PNS, atau apabila anda magang sekian bulan pasti anda akan diterima di tempat anda magang sebagai karyawan kontrak atau tetap tanpa seleksi lagi, Garis bawahi ya sob .
Pengabdian Perawat
Biasanya mereka akan menjawab, kami tidak bisa menjanjikan anda pasti diangkat sebagai PNS setelah sekian tahun menjadi tenaga sukwan, atau akan diangkat sebagai karyawan kontrak setelah sekian bulan anda magang, jawaban yang akan anda temukan biasanya semoga jika anda mau menjadi sukwan atau magang, itu akan menjadi bahan pertimbangan kami dalam pengajuan PNS atau penerimaan karyawan kontrak di kemudian hari. Dan ketika saatnya tiba, ternyata bukan anda yang menjadi PNS, atau diangkat sebagai karyawan kontrak, tanyakan sakitnya itu dimana ?

Nah sobat memori, melihat fenomena tersebut, bangunlah wahai perawat, buatlah sebuah batas penantian pada harapan dibalik kegiatan "pengabdian" anda yang bernama sukwan dan magang, bergeraklah segera menjadi diri anda dan sandarkanlah harapan anda tidak lagi pada kebijakan orang lain. Jadikanlah diri anda sendiri yang menentukan kemana dan mau dibuat seperti apa masa depan anda. 3 tahun!! itu sudah terlalu lama untuk menjadikan diri anda sebagai sukwan, atau satu tahun !! itupun terlalu lama bagi anda untuk magang. Jika harapan anda tidak kunjung terwujud juga, segeralah bergerak untuk melepas dua kegiatan tersebut. Carilah cara yang lain untuk mengabdi sebagai seorang perawat.

Ikutilah tes CPNS langsung tanpa menjadi sukwan lagi, ikutilah seleksi menjadi karyawan langsung tanpa magang lagi dan katakan pada diri anda bahwa jika saya belum juga diterima menjadi PNS atau karyawan di sebuah instansi swasta, maka saya akan mengabdikan ilmu saya dengan cara saya sendiri. Tanyakan pada diri sendiri, keterampilan apa yang anda miliki yang mampu anda abdikan sebagai seorang perawat di atas kaki anda sendiri dengan mengibarkan bendera anda sendiri.

Bisakah anda merawat luka, memandikan bayi, merawat kecantikan, memberikan pengobatan dasar, melakukan khitan, memasang feeding tube, memasang selang urine, home care, melakukan therapy komplementer dll. Pasarkan keterampilan anda, berikan pengabdian anda, lakukan semuanya dibawah nama anda sendiri.

Belajarlah mengatur diri kita sendiri, ikutilah pelatihan-pelatihan keperawatan bukan karena sertificatenya, tapi segera setelah pelatihan anda akan mengabdikannya langsung pada masyarakat. Carilah mentor keperawatan dari perawat yang bukti keberhasilannya dapat anda lihat secara langsung karena dia telah melaksanakannya, ikuti petunjuknya, dan tiru langkah hebatnya. Jadilah diri anda sendiri atau tetaplah menjadi tenaga sukwan dan karyawan magang yang tidak lagi berharap yang ujung-ujungnya uang karena dari keduanya (sukwan atau magang) akan terasa indahnya jika kita mencari keuntungan yang lain selain uang.

Ingat sobat memori,
Sukarelawan = suka dan rela melakukan sesuatu walaupun tanpa digaji. 
Magang = latihan kerja untuk mengisi kekosongan kegiatan dengan kompensasi uang saku bukan gaji.

Sekian.

Read More
Puisi Inspiratif Perawat : Pengabdian dan Senyum Mereka

Puisi Inspiratif Perawat : Pengabdian dan Senyum Mereka

Pengabdian Dan Senyum Mereka
Sobat memori, kali ini saya akan membagikan puisi yang saya tulis beberapa waktu yang lalu sembari mengutak-atik papan ketik sembari menyeruput segelas kopi, saya harap sobat memori dapan menjadikan puisi ini sebagai salah saatu penyemangat kalian, sungguh memang bukanlah puisi yang patut dibanggakan, dan sungguh tak banyak yang ingin menjadi seorang perawat, entah karena apa, namun kalian harus patut bangga sebagai diri kalian saat ini yang dengan semangat, pagi, siang serta malam tak kenal lelah melayani orang-orang yang membutuhkan uluran tangan dan perawatan yang optimal. silahkan disimak !!

Pengabdian dan Senyum Mereka
By : Bimo Cahya Pambudi


Beribu cara kucari, beribu cara kujalani,
Kulakukan pengabdian ini. 
Ku ingin menjadi manusia berguna dengan pengabdian ini,
Sungguh kulakukan pengabdian ini dengan ikhlas, 
Dengan sepenuh hati untuk mengobati,
Untuk mengabdi pada negeri,
Pada jiwa jiwa yang perlu disembuhkan,
Pada jiwa jiwa yang membutuhkan.

TUHAN,
Jangan biarkan lelah menjadi pemberat langkahku,
Jangan biarkan bosan menjadi pembelenggu dalam hati,
Jangan biarkan malas menjadi penghalang, 
Jangan pernah temukan aku pada titik lelah, 
Jangan pernah kenalkan aku pada titik jenuh,
Yang dapat menjadikan pengabdian ini,
Berhenti ditengahgaris perjuangan.

Semoga pengabdian ini bisa membawa senyum mereka, 
Kesehatan mereka dan kebahagiaan mereka,
Hari ini,
Esok,
Dan selamamya.

(BCP)
Read More
Jangan Bercita-cita Jadi Perawat

Jangan Bercita-cita Jadi Perawat

Jangan Bercita-Cita Menjadi Perawat
Sobat memori, Anda ingin jadi perawat? Sebaiknya jangan deh, iya jangan pokoknya. Karena sungguh tidak mudah untuk menjadi perawat karena harus; 

1. Pintar. 
Perawat Pintar
Pintar membaca suasana hati orang lain di sekelilingmu, baik itu pasien ataupun rekan kerja. Pintar mengikuti perkembangan teknologi dan perkembangan berita apapun yang terkait kesehatan, pelayanan kesehatan, teknologi kesehatan,,dan lainnya. Pintar membawa diri dalam situasi apapun dan ketika bertemu dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun, entah sedang berseragam atau tidak, dikenali sebagai perawat atau tidak. Pintar menyembunyikan kesedihan, amarah, sakit kati, kekecewaan. 

2. Kaya. 
Perawat Kaya
Kaya ilmu pengetahuan umum, agar bisa nyambung ketika menghadapi pertanyaan atau keluhan dari pasien. Kaya kesabaran hati, meski lebih sering dimarahi pasien dan senior, dan sedikit sekali menerima "terima kasih" Kaya senyuman tulus, tak peduli dibalas dengan senyuman atau mata melotot heran. Kaya "maaf " meskipun tidak berbuat salah. Kaya "ketenangan" meskipun pasien mencak-mencak tanpa sebab dan atasan mengancam menyuruh lembur tanpa upah. 

3. Rupawan. 
Perawat Rupawan
Rupawan dalam berbahasa dan bertuturkata meski aksen bahasa daerah agak kental dalam setiap artikulasi. Rupawan dalam berpenampilan namun tetap bersahaja tanpa berusaha lebai, untuk meniru gaya artis. 

4. Munafik. 
Perawat Munafik
Seperti yang tersirat dalam artikel;  

Pelayanan Munafik Perawat Yang disebut RamahKe"munafikan" yang hendak digambarkan disini adalah kapasitas seorang perawat dalam mengolah amarahnya (Anger Management) atau mengelola perasaan negatif yang dialaminya. Tidak semata demi kepentingan sendiri, melainkan untuk kepentingan yang lebih luas karena menyangkut rekan kerja, klien dan perusahaan.

5. Cepat.
Perawat Cekatan
Cepat menanggapi keluhan pasien dan menentukan sesegera mungkin apa yang harus dilakukan. Cepat membenahi diri dan hati meski baru selesai di"complaint" pasien bahkan rekan kerja. Cepat beradaptasi dengan perubahan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan, meski mungkin merugikan dirinya. 

Perawat bahkan dahulu kala (ratusan tahun silam) dianggap sebagai pekerjaan yang hina, tidak pantas bagi kalangan bangsawan dan tidak penting. 

Untuk apa menjadi seorang perawat, bila perangai Anda saja masih egois? 
Mengapa bermimpi jadi perawat jika yang Anda tanam dalam benak dalam diri adalah memiliki pekerjaan dengan gaji tinggi tanpa harus berlelah. Perawat adalah pilihan karier yang sangat salah, jika Anda tidak suka mengalah demi kepentingan bersama. Perawat dituntut menjadi pribadi yang sempurna, tahan banting, rela menderita, sanggup berkorban, demi kesembuhan pasiennya. 

Sobat memori, memang pada dasarnya pintar saja, tidak akan pernah cukup untuk menjadi modal sebagai perawat. Attitude; sikap-perilaku yang baik, adalah poin utama selain pendidikan, yang wajib dimiliki perawat. Kepintaran dapat dilatih dengan tekun belajar dan praktek yang tepat. Namun kepribadian yang baik, tulus dan ramah, tidak tercipta semalam saja, namun mesti terpupuk sejak awal (usia muda).

Sobat memori yang bercita-cita menjadi perawat, sebaiknya Anda berkacalah dahulu,
Sudahkah Anda Pintar, Kaya, Rupawan dan Munafik? Jika sudah, maka Anda memang adalah manusia biasa yang berhak bermimpi menjadi siapa dan apa saja. Jika belum, maka tak perlu repot-repot membangun karakter itu, dan tak ada yang memaksamu melakukan apapun kan yaa?
Read More
Pelayanan Munafik Perawat Yang disebut Ramah

Pelayanan Munafik Perawat Yang disebut Ramah

Pelayanan Ramah Perawat
Sobat memori, patut dan pantas untuk diketahui apapun yang tertulis berikut ini, murni hanyalah berdasar pemikiran dan pemahaman penulis saja yang tentunya masih kurang baik, semoga tidak menyinggung pihak manapun, siapapun, dan semoga bermanfaat tentunya.

Sobat memori, disini penulis sangat menekankan bahwa statement bahwa sesungguhnya Perawat adalah seorang pribadi yang “sebaiknya” munafik. 
Adalah Munafik
Bila sobat memori membaca hanya sampai baris pertama ini, maka kemungkinan besar sobat (apalagi bila berprofesi perawat) akan segera membenci saya dan menghubungi badan kode etik atau lembaga sensor apapun serta melayangkan somasi serta gugatan hukum dan lainnya.)

Statement tersebut memang mesti dipahami dulu baru dapat diterima seluruh kalangan perawat maupun yang bukan perawat. Hypocrite, tidak serta merta harus ditanggapi secara negatif. Munafik kali ini kita selami dari sisi positifnya (emang ada ya positifnya?). Iya ada. Namun memang tidak untuk setiap waktu dan kesempatan. Munafik, kurang lebih diartikan dengan “menampilkan keluar perasaan, sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan apa yang dirasakan sesungguhnya didalam pribadi seseorang”. 

Hubungannya dengan Perawat, adalah ketika seorang perawat berada dalam waktu bertugas melayani pasien/klien. Serupa dengan pasien/klien yang adalah manusia pada hakekatnya, maka pribadi seorang perawat pun perlu dipahami. Perawat juga manusia. Dan karena manusia, ia mesti sangat manusiawi demi merawat manusia lainnya. Perawat, yang bertugas dalam waktu dinas yang berbeda, datang dari tempatnya masing-masing untuk bertugas di tempat yang berbeda, dengan tanggung jawab dan tingkat stress yang beda pula.

Dan sobat memori, inilah dua kepribadian yang bisa saja ditampilkan Sisi:

1. Mengikuti Suasana Hati.
Perawat Mengikuti Suasana Hati
Sisi yang pertama ini perawat dapat terpengaruh dengan amarah, kecewa dan berbagai persaan negatif lainnya, Sisi cenderung bersikap agak ketus, bercakap dengan suara tidak ramah. Bahkan kemarahannya tergambar dengan jelas di wajahnya. Pengaruhnya? Tentu saja terhadap siapa saja yang ditemuinya. Pengaruh ini bisa membias; kepada pasien, sikap Sisi yang ketus dan atau tidak ramah bisa membuat pasien mengajukan “complaint” atau penilaian yang kurang baik terhadap keseluruhan pelayanan Klinik/ Rumah Sakit (dengan Generalisasi Umum), berakibat akhir pada berkurangnya tingkat kepuasan klien terhadap perusahaan, dan tentu berefek pada berkurangnya tingkat pemasukan secara finansial dan client trust. Kepada sesama perawat, berefek pada menularnya energi negatif yang bisa berakibat, sesama rekan kerja ikut merasa kesal dan membias terhadap seluruh pelayanan dengan efek akhir seperti pada pasien. Intinya, satu aura negatif dari Sisi dapat menyebar seperti kapuk tertiup angin yang tak bisa dikumpulkan kembali ya sobat memori. 

2. Menutupi perasaan, menampilkan sikap dan sifat yang berbalik dari yang sedang dirasakan. 
Menutupi perasaan
Untuk sisi yang kedua ini perawat mengesampingkan amarah dan kesalnya, Sisi meninggalkan semua aura itu dirumah dan segera mengubah sikap sejak melangkah menuju tempat kerja. Mungkin selama waktu bekerja, akan ada moment dimana Sisi teringat dengan kekesalannya yang belum terselesaikan, namun tetap menunjukkan sifat dan kualitas terbaiknya. Sisi menutupi semua perasaan yang tidak menyenangkan itu, dan sejak masuk ke klinik/Rumah Sakit, Sisi berusaha menampilkan perilaku yang sebaliknya; tersenyum, bersikap ramah dengan tulus (sebisa mungkin), bersikap ceria dan positif.

Ke"munafikan" yang hendak digambarkan disini adalah kapasitas seorang perawat dalam mengolah amarahnya (Anger Management) atau mengelola perasaan negatif yang dialaminya. Tidak semata demi kepentingan sendiri, melainkan untuk kepentingan yang lebih luas karena menyangkut rekan kerja, klien dan perusahaan.
Sobat memori, terlepas dari benar tidaknya penggunaan kata “munafik” dalam gambaran ini, poin utamanya adalah bagaimana cara seorang perawat yang tidak hanya mengandalkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan komunikasi, namun juga kemampuan mengendalikan emosi dan perasaan negatif.
Perawat Melayani Dengan Hati
Kualitas pribadi seorang perawat memang tidak mudah dibentuk dan dimiliki. Butuh penempaan dan melewati berbagai proses. Perawat mesti berhadapan dengan beragam klien dan rekan kerja yang notabene jelas-jelas sangat berbeda satu sama lainnya. Namun, perawat wajib memenuhi kebutuhan klien dan kepentingan relasi antar rekan kerja dengan kemampuan beradaptasi, pengetahuan yang luas, kecakapan ketrampilan dan ketangguhan mental. 

Sobat memori, sesungguhnya setiap hari, setiap saat, seberapa baik pun seorang perawat berusaha mengembangkan diri tetap saja akan ada kerikil kecil entah dari sesama rekan kerja atau seorang klien yang menyampaikan keluhan. Dan hal-hal itu dapat berbentur dengan kepribadian sang perawat. 

Manakala kepentingan pribadi kita kesampingkan demi keuntungan bersama, maka kepuasan kerja dan kenyamanan berprofesi bukan mustahil kita raih. Karena kehormatan dan tanggung jawab sangatlah penting dan patut untuk dipertahankan.

Dan itulah, Pelayanan Munafik Perawat Yang disebut Ramah. 

Selalu terapkan:
Sudahkah Saya Melayani Dengan Ramah Sepenuh Hati, Hari Ini? 

(BCP)
Read More
Kehormatan Diri Perawat Yang Harus Dipertaruhkan Dan Dipertahankan

Kehormatan Diri Perawat Yang Harus Dipertaruhkan Dan Dipertahankan

Kehormatan Diri Perawat Yang Harus Dipertaruhkan
Sobat memori, karena pekerjaan perawat menghadapi  berbagai macam manusia yang berbeda karakter dan kebiasaan, perawat harus mampu bersikap sabar dan bijaksana dalam segala suasana. Hal ini penting sobat memori, agar perawat dapat menghadapi kesulitan-kesulitan dalam bekerja yang berasal dari ketersinggungan perasaan perasaan oleh orang lain.

“Kehormatan diri seorang perawat merupakan modal utama dalam bekerja. Dengan menjaga kehormatan dirinya, perawat akan mudah membangun kepercayaan pada saat bekerja”

Perawat di tuntut mudah bergaul dengan semua orang. Untuk itu, perawat harus berhati-hati dalam bertindak dan bekerja yang berasal dari ketersinggungan perasaannya oleh orang lain, khususnya dengan pasien dan keluarga pasien yang di tanganinya. Selain itu perawat di tuntut untuk mengungkapkan perkataan simpatinya dan menunjukkan perhatian tulus kepada pasien. Agar perawat mudah bersimpati, ia mesti berlatih untuk berpikir dan bertindak dengan menggunakan sudut pandang si penderita.

Bekerja dengan gembiran dan bersemangat juga merupakan sikap bijkasana seorang perawat yang harus di jaga. Perawat harus meyakini bahwa dengan memperlihatkan sikap optimisnya ketika bekerja, ia secara tak langsung akan mengubah suasan batin penderita dan keluarganya dari kemuraman menjadi keriangan. Hal ini bisa membangkitkan rasa optimisme pasien dan keluarga terhadap kesembuhan penyakit tersebut. 

Adapun beberapa poin penting untuk menjaga kehormatan diri seorang perawat antara lain:

Menjaga Hubungan Antara Si Sakit Dan Perawat Sebatas Hubungan Keperawatan

Perawat Dan Pasien
Perawat harus sebisa mungkin memposisikan dirinya sebagai seorang yang siap sedia merawat  pasien. Ia tidak boleh sibuk sendiri dengan urusan pribadi ketika sedang melakukan asuhan keperawatan terhadap pasien, misalnya sedang sibuk berbicara di telepon genggamnya. Selain itu, perawat juga harus menjaga agar hubungan dengan pasien tidak berkembang ke hubungan yang bersifat pribadi yang dapat mengabaikan tugasnya terhadap tugas yang lain.

Tetap Berjaga Penuh Ketika Dinas Malam

Dinas Malam Perawat
Seperti yang kita tahu ya sobat memori, dinas malam atau shift malam, merupakan  tugas praktik yang penting bagi perawat. Dinas malam juga merupakan waktu yang menuntut perhatian dari perawat dibandingkan dengan waktu lainnya. Oleh karena itu, pengamatan perawat terhadap penderita harus lebih besar. Tanggung jawab perawat di malam hari juga lebih berat. Perawat harus meyakinkan dan menenangkan penderita agar dapat tidur, mengurangi rasa sakit penderita yang umumnya memuncak di malam hari, semisalnya dengan cara menggosok-gosok punggung pederita. Perawat juga harus lebih waspada di malam hari dan bersiaga menghadapi keadaan mendadak yang di alami penderita.

Mencegah Timbulnya Kecelakaan Di Rumah Sakit
Mencegak Kecelakaan Dirumah Sakit
Biasanya kecelakaan yang terjadi di Rumah Sakit karena pelanggaran atau kelalaian. Baik yang dilakukan oleh pasien dan keluarga yang menunggunya maupun oleh perawat sendiri. Oleh karena itu, perawat harus disiplin dalam bekerja dan mentaati seluruh aturan pekerjaan untuk mencegah kecelakaan yang timbul dari kelalaian. Perawat juga berkewajiban menjaga pasien dan keluargannya tidak berbuat kecerobohan yang dapat memicu kecelakaan yang tidak di inginkan.

Tidak Menerima Tanda Terima Kasih Dari Pasien Dan Keluarganya

Tidak Menerima Bingkisan Apapun Dari Pasien
Perawat harus menjelaskan kepada pasien atau keluarganya bahwa ia bekerja dengan tulus, tanpa mengharap imbalan dari pasien dan keluarganya. Selain itu, Negara melarang perawat menerima tanda terima kasih dari pasien. Apalagi, jika tanda terima kasih tersebut diberikan pasien dengan tujuan agar ia mendapatkan perlakuan yang lebih dan fasilitas yang mewah. Hal ini jelas merupakan pelanggaran kode etik perawat.

Sobat memori, demikianlah beberapa cara untuk menjaga kehormatan kita sebagai seorang perawat, yang tentunya sudah saya jelaskan dengan jelas dan sesingkat-singkatnya. Sekarang tergantung pada diri kalian masing-masing akan menerapkan beberapa hal diatas atau malah sebaliknya, saya yakin kalian dapat membuat keputusan dengan sangat bijak. Walaupun terkadang Dua sisi hati seorang perawat sangatlah berbeda, namun pada akhirnya pasti akan ada yang mencintai dengan kelebihan bahkan kekuranggannya sebagai seorang perawat.

Read More
Inilah Dua Sisi Hati Seorang Perawat

Inilah Dua Sisi Hati Seorang Perawat

Dua Sisi Hati Seorang Perawat
Sobat memori, membaca  pikiran dan memahami isi hati seorang Perawat itu bukan lah perkara yang mudah, bahkan untuk seorang psikolog ataupun paranormal  belum tentu bisa. Kenapa saya berkeyakinan dan sesumbar itu ?. Jawabannya sangat mudah, karena mereka  dan orang- orang yang berusaha untuk memahami “Hati” Seorang Perawat bukan lah seorang Perawat.
Sobat memori, mereka tidak akan tahu bagaimana sebenarnya seorang Perawat itu melakukan aktivitasnya. Lalu pertanyaanya siapa yang bisa memahami “Hati” si perawat itu?. Dan jawabannya pun kali ini sangat mudah untuk menjawab pertanyaan ini, Pastinya “Kamu”, ya “Kamu” yang saat ini sedang merasa  lelah karena harus dinas pagi-sore, yang merasa  kesal karena jasa tindakan belum dibayar, yang merasa marah karena jaminan kesehatan terabaikan, yang merasa galau karena Ijasah dan sertifikatnya belum di terima untuk bekerja  dan yang merasa putus asa memerankan peran sebagai seorang Perawat, ya itu “Kamu”. “Kamu” yang tidak melibatkan peran campur tangan Tuhan.
Kehidupan Seorang Perawat
Kemudian, adakah hal yang “Indah” selain keluh kesah dan curhatan seorang Perawat tadi?. Jawabanya jelas tentu ada, karena kehidupan seorang Perawat pun tidak ubahnya seperti dua sisi mata uang, bila yang memerankan peranan sebagai seorang Perawat itu merasa tidak mampu, merasa terbebani dan lebih condong ke karakter antagonis, alhasil kemalangan yang akan di dapat, beda halnya dengan seorang Perawat yang memerankan peranan karena merasa bergairah, menyukai karakternya dan condong dengan karakter Protagonis, alhasil piala Oscar yang di dapat dan kemenangan kehidupan. Ya itu  “Kamu”, “Kamu” yang selalu melibatkan peran campur tangan Tuhan.
Lantas hanya itu saja hal yang “Indah” dari seorang Perawat selain keluh kesah dan curhatannya ?, Tentu saja banyak, Perawat itu “Indah” bila di perankan dengan “Hebat” dan “Kamu” menyadarinya.



Diluar sana ribuaan orang banyak yang tidak mengasihani tubuhnya, menyakiti dirinya sendiri dengan cara mengkonsumsi minuman keras, merokok, menggunakan Narkotika dan zat addict lainnya.
Gambar Narkotika (Obat-obatan Terlarang)
Kamu seorang Perawat bisa menjaga diri serta keluarga untuk tidak terjerumus dan menjadi bagian dalam promosi kesehatan untuk memerangi kasus-kasus seperti ini saja sudah “Indah “ dan bukankah itu “Hebat”.


Diluar sana ribuaan orang banyak meremehkan arti kehidupaanya dan tidak menyadari bahwa mereka akan meninggal.
 Berjuang Keras Untuk Bertahan Hidup
Kamu seorang Perawat setiap hari menyaksikan orang – orang berjuang keras bertahan hidup dan mengupayakan kehidupan, dan saat kamu menyadari bahwa kehidupan itu memiliki arti penting, bukankah itu “Indah”.

Berapa banyak orang yang sedang sakit menghabiskan uang untuk menjalani pengobatan demi kesehatannya.
Mengantri Demi Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

Kamu seorang Perawat yang dibekali ilmu kesehatan, tentunya sudah memahami bagaimana caranya mencegah penyakit, minimal upaya preventif sudah bisa kamu lakukan untuk diri sendiri, keluarga atau lingkungan sekitar dan bukankah itu “Hebat”.


Puluhan bahkan ratusan orang sedang galau bahkan frustasi memikirkan biaya bagaimana caranya  mereka dapat melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah menengah atas.
Mahasiswa DIII Keperawatan LULUSAN TAHUN 2016, FIKES UNIKA MUSI CHARITAS PALEMBANG
Kamu yang sedang menempuh kuliah di bidang Keperawatan tentunya wajib bersyukur, masih bisa duduk manis di bangku kuliah, sangat disayangkan bila kamu tidak serius menjalaninya.”Hebat”kanlah “Kamu” dan libatkanlah selalu Tuhan.

Berapa banyak orang di luar sana yang gagal pada saat test masuk dunia Keperawatan dan dengan sungguh-sungguh menginginkan posisi seperti “Kamu” saat ini.
Berbanggalah Menjadi Seorang Perwat
Kamu seorang Perawat yang hidup dari profesi ini, berbanggalah ternyata “Kamu” masih beruntung bisa menjadi bagian dari Profesi yang terkadang “Kamu” sendiri tidak bangga. libatkanlah selalu Tuhan dan .”Hebat”kanlah profesi ini. Nah sobat memori, tentunya masih banyak hal-hal yang positif dari profesi perawat yang bisa di nikmati oleh "Kamu", bila bisa memahaminya, setelah dapat memahaminya pastinya "Kamu" bisa memberikan jawaban hal yang “Indah” dari seorang Perawat.
Sobat memori yang saya cintai, selalu jadikanlah kata-kata terbaik  untuk “Kamu”  agar berhenti kutuki kegelapan, dan mulailah menyalakan lilin.” serta selalu ingatlah ketentuan “Tuhan”. Your are the person who chosen to live this life by God. Why God choose you? Because you have the strength to cope with any difficulties that given.


(BCP)
Read More
Hal Ini Dapat Membuat Anda Jatuh Cinta Pada Seorang Perawat

Hal Ini Dapat Membuat Anda Jatuh Cinta Pada Seorang Perawat

Hal Ini Dapat Membuat Anda Jatuh Cinta Pada Seorang Perawat
Sobat memori, Hal pertama yang mungkin melintas di benak kebanyakan orang ketika mendengar kata “perawat” itu mungkin adalah orang yang tugasnya merawat dan mengurusi segala kebutuhan orang yang sedang sakit (pasien). Profesi merupakan sebuah kebanggaan bagi kebanyakan orang. Namun, tugas perawat tidaklah sesederhana yang kamu pikir ya sobat memori. Bahkan mungkin akan membuatmu tercengang heran dan kagum atau jatuh hati pada mereka. 10 hal ini dapat membuatmu jatuh hati pada seorang perawat, dibaca dan dipahami baik-baik ya.

Penyayang
Perawat Penyayang
Seorang perawat akan menyayangimu dengan baik, sama seperti dia menyayangi dan merawat pasiennya yang sedang sakit. Meski mungkin dia sedang banyak masalah, tapi dia tetap berusaha memberikan pelayanan terbaiknya. Hal inilah yang akan membuatnya menjadi pasangan hidup yang baik untuk mu dan anak-anakmu kelak. Catat!

Penyabar
Perawat Penyabar
Di rumah sakit tentu ada banyak pasien dengan latar belakang penyakit yang berbeda-beda dan sifat yang berbeda-beda pula. Ketika ada pasien yang rewel karena tempat tidurnya tidak cukup empuk atau mengeluh karena makanan rumah sakit yang tidak enak, seorang perawat akan dengan sabar mendengarkan keluhan tersebut dan menenangkan mereka. Begitu juga ketika dia dihadapkan pada situasi sulit saat harus menemani seorang ibu yang akan melahirkan. Dia akan dengan sabar membesarkan hati ibu tersebut, membuatnya tenang, sehingga proses persalinan bisa berjalan dengan lancar. Hal itu juga yang akan dilakukan oleh seorang perawat kepada pasangannya. Ketika pasangannya sedang banyak masalah dan butuh seseorang yang bisa mengerti keadaannya, seorang perawat akan dengan sabar mendengarkan dan membuat pasangannya tenang dan nyaman.

Setia
Perawat Setia
Patut untuk kita ketahui sobat memori, tugas perawat itu cukup berat dan menguras tenaga. Tapi, dia tetap mengabdikan dirinya untuk merawat orang-orang yang membutuhkan bantuannya. Dia tetap setia menjalankan kewajibannya dengan baik. Dan hal itu juga yang akan dia lakukan untuk pasangannya. Dia akan setia mendampingimu di saat suka maupun duka. Itu yang membuatnya sangat istimewa, bukan?

Tulus
Perawat Tulus
Apalah artinya cinta tanpa ketulusan. Ya, zaman sekarang banyak orang yang bilang cinta padahal kenyataannya dia hanya cinta pada harta dan jabatan yang kamu punya. Bukan cinta yang berasal dari hati yang tulus. Tapi kamu tenang saja, seorang perawat tidak akan mencintai karena harta dan jabatanmu. Dia akan menyayangi dan mencintaimu dengan tulus sepenuh hati. Hal itu bisa dilihat ketika dia dengan tulus merawat dan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan pasiennya tanpa mengeluh.

Teliti
Perawat Teliti
Mengecek tekanan darah, mencatat keluaran urin pada pasien dengan kateter, menyiapkan obat, menyiapkan alat-alat operasi dan hal sulit lainnya membutuhkan ketelitian. Namun, seorang perawat mampu melakukan semua hal tersebut karena dia sudah terlatih dan terbiasa menyiapkan hal-hal yang detail seperti itu. Bahkan, sangat mungkin dia melihat apa yang tidak dilihat oleh seorang dokter sekalipun.

Pantang Menyerah
Perawat Pantang Menyerah
Seorang perawat tidak akan menyerah menghadapi pasien yang sangat bergantung padanya. Dia pun tidak akan menyerah terhadapmu, terhadap orang-orang yang dia sayangi. Meskipun dia cukup sibuk dengan pekerjaannya yang tak kenal waktu, dia akan berusaha untuk mengatur waktunya agar bisa bersama denganmu. Entah itu sekadar mengobrol atau menemanimu melakukan hal yang kamu sukai.

Cerdas
Perawat Cerdas
Untuk menjadi seorang perawat professional, kamu harus melewati serangkaian tes akademik maupun tes umum yang sulit. Tidak semua orang bisa lulus ketika menjalani tes-tes tersebut. Tidak hanya perkara tes, namun mampu bekerjasama dalam tim dengan profesi kesehatan lainnya juga tidak mudah.  Oleh karena itu, beruntunglah kamu yang memiliki pasangan seorang perawat. Dengan wawasan yang luas, dia akan menjadi orang yang sangat menyenangkan untuk diajak berdiskusi dan bertukar pikiran. Sehingga hubungan percintaanmu tidak akan pernah membosankan karena akan selalu ada hal baru di dalamnya.

Kuat
Perawat Kuat
Dunia kesehatan merupakan salah satu dunia yang tidak akan pernah mati. Ya, karena setiap saat akan selalu ada orang sakit yang membutuhkan para pekerja kesehatan, termasuk perawat. Oleh karena itu, seorang perawat harus memiliki fisik yang kuat karena pekerjaannya memerlukan energi yang besar. Di saat kebanyakan orang terlelap di tempat tidurnya, seorang perawat harus berjaga malam di rumah sakit untuk memenuhi tanggung jawabnya. Hal ini yang membuatnya berbeda dan akan membuatmu kagum padanya.

Cantik / Tampan

Perawat Cantik / Tampan
Mungkin asumsi ini tidak sepenuhnya benar, tapi ayolah dari sekian banyak perawat yang pernah kamu lihat, apakah di antara mereka ada yang (maaf) tidak cantik/ tampan?.
Jawabannya bisa ‘iya’ tapi bisa juga ‘tidak’. Well, no problem, karena pada dasarnya mereka semua luar biasa ! 
Pengertian cantik atau tampan tidak sebatas keindahan fisik, tapi juga keindahan perilaku. Seperti yang sudah dijelaskan pada poin 1-9, keindahan perilaku seorang perawat dapat dilihat dari kesetiaannya, kepeduliaannya, kesabarannya, kecerdasannya, rasa kasih sayangnya, ketulusannya, perhatiannya, ketelitiannya, semangatnya, dan kekuatannya. Dan anggaplah kecantikan fisik mereka sebagai bonus dari Sang Pencipta

Sobat memori, setelah membaca dan memahami uraian di atas, apakah kamu masih ragu memilih seorang perawat sebagai pasanganmu? Tentu tidak, kan. Perawat adalah pekerjaan mulia yang membutuhkan kesabaran, keberanian dan kepeduliaan yang tinggi. Hal-hal yang membuat mereka begitu istimewa dan cocok dijadikan sebagai pasangan hidup. Tunggu apa lagi, ayo cari kenalan perawat!

(BCP)
Read More
Yakin Mau Jadi Perawat? Calon Mahasiswa Keperawatan Wajib Siapkan Ini Loh!

Yakin Mau Jadi Perawat? Calon Mahasiswa Keperawatan Wajib Siapkan Ini Loh!

Hai Sobat memori atau Mahasiswa  Keperawatan yang ngebet banget pengen jadi perawat profesional, selamat datang di memopedia.id. Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang apa sih yang harus dipersiapkan jika kalian ingin jadi seorang perawat.
Kamu ingin menjadi perawat? Beneran ya, gak salah? Atau saat ini sedang menjadi calon mahasiswa keperawatan? Ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan ketika kamu ingin menjadi perawat. Apalagi mengingat profesi yang satu ini membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang cukup baik karena harus berhadapan dengan berbagai macam jenis penyakit yang diderita oleh pasien dan harus melakukan pekerjaan secara shift, baik shift pagi, siang, maupun malam. Jadi jika kamu mau jadi perawat, calon mahasiswa keperawatan wajib siapkan ini ya, jangan sampai kaget ditengah jalan nantinya.

Persiapan Mental
Persiapan Mental Perawat
Mengapa persiapan mental sangat penting dan jadi yang paling utama dari beberapa daftar yang lain?, Karena persiapan mental ini merupakan salah satu hal yang wajib disiapkan oleh calon mahasiswa keperawatan? Karena pada dasarnya perawat nantinya akan menghadapi banyak pasien dengan berbagai keadaan. Ada pasien kecelakaan yang mungkin saja harus ditangani dengan kondisi luka dan berdarah-darah, atau mungkin bayi prematur yang tampak begitu kecil dan ringkih, atau mungkin kamu harus merawat pasien dengan penyakit steven johnson sindrom, dimana hampir seluruh tubuh pasien nampak melepuh. Jadi sejak masih menjadi mahasiswa keperawatan, lakukanlah persiapan mental. Siapkan diri untuk menghadapi berbagai pasien dengan berbagai penyakit dan kondisi yang berbeda-beda yang tidak bisa kamu duga sebelumnya. Nggak lucu banget kan ya jika perawatnya pingsan karena melihat pasien datang dengan kepala berdarah akibat kecelakaan lalu lintas misalnya.  Maka dari itu, persiapan mental ini harus dilakukan sejak masih menjadi calon mahasiswa keperawatan, supaya tidak terjadi kondisi ketika kuliah keperawatannya sudah hampir semester akhir, setiap praktik klinik justru selalu menjadi momok menakutkan yang ingin dihindari. Percayalah, perawat merupakan pekerjaan yang mulia, dan jika kamu berniat untuk menjadi perawat, maka cintailah profesi itu dengan segala risikonya. Dengan begitu kamu akan dapat menikmati semua prosesnya.

Persiapan Fisik

Persiapan Fisik Perawat
Selain persiapan mental untuk menjadi perawat, tentunya persiapan fisik juga sangat diperlukan oleh calon mahasiswa keperawatan. Mengapa demikian? Karena selama proses studi, mahasiswa keperawatan akan dihadapkan pada serangkaian tugas, termasuk praktik laboratorium dan praktik klinik di berbagai rumah sakit. Mahasiswa keperawatan yang mendapatkan tugas praktik klinik di rumah sakit tentu saja harus melakukan tugas layaknya seorang perawat sesungguhnya, dengan jadwal jaga shift pagi, shift siang, maupun shift malam. Memang iya pada awalnya shift malam akan terasa berat karena belum terbiasa untuk terjaga di tengah malam, apalagi pas kebetulan dapat praktiknya di bagian anak-anak atau bayi, nah kan butuh tenaga ekstra tuh supaya kuat gendongin satu persatu adek-adek bayi yang nangis atau bahkan malah gendong dua sekaligus, tetapi lama kelamaan hal ini akan menjadi hal yang biasa aja kok. Tetapi karena shift malam memang cukup berat dilalui pada awalnya, maka mahasiswa keperawatan harus memerhatikan kondisi fisiknya ya. Mengonsumsi makanan dengan asupan nutrisi yang adekuat serta meminum multivitamin, bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh selama praktikum di rumah sakit.

Nursing Kit

Nursing Kit
Salah satu hal yang harus disiapkan oleh calon mahasiswa keperawatan adalah memiliki nursing kit. Nursing kit adalah serangkaian peralatan yang digunakan oleh perawat maupun mahasiswa perawat untuk melakukan tugasnya sebagai perawat. Nursing kit ini terdiri dari stetoskop, tensimeter, termometer, reflex hammer. Stetoskop merupakan alat yang digunakan untuk mendengarkan detak jantung, suara nafas paru, maupun suara bising usus. Stetoskop juga digunakan bersama dengan tensimeter untuk mengetahui tekanan darah pasien. Termometer merupakan alat pengukur suhu badan. Termometer terdiri dari 3 jenis: termometer oral yang digunakan dengan dimasukkan ke dalam mulut, termometer anal yaitu termometer yang dimasukkan ke dalam anus, dan termometer axila yaitu termometer yang digunakan dengan cara meletakkannya di lipatan ketiak. Termometer yang biasanya diperlukan di dalam nursing kit adalah termometer axila karena termometer ini penggunaannya lebih luas, sedangkan termometer oral dan termometer anal biasanya hanya digunakan pada anak-anak dan bayi. Alat berikutnya yang harus ada di dalam nursing kit adalah reflek hammer. Reflek hammer adalah alat yang digunakan untuk melakukan tes kepekaan syaraf pada lutut maupun telapak kaki. Alat ini bermanfaat saat bertemu dengan pasien dengan penurunan kesadaran atau gangguan neurologis.

Baju Seragam

Baju Seragam Perawat
Bagi calon mahasiswa keperawatan, salah satu hal yang wajib disiapkan adalah seragam setelan putih dong tentunya nukan seragam loreng-loreng ala Tentara ya!. Seragam putih-putih ini akan digunakan pada saat mahasiswa mendapat tugas praktik klinik di rumah sakit atau di tatanan layanan kesehatan lainnya. Baju seragam khas perawat ini biasanya akan dilengkapi dengan name tag yang disediakan oleh institusi pendidikan. Saat melaksanakan praktik klinik, seragam beserta name tag tersebut harus digunakan selama jam dinas.

Jas Lab

Jas Lab
Satu lagi perlengkapan lain yang harus disiapkan oleh calon mahasiswa keperawatan adalah jas laboratorium atau lebih dikenal dengan sebutan jas lab. Jas lab ini wajib dibawa saat mahasiswa keperawatan bertugas merawat pasien karena jas lab ini sangat berguna. Kegunaan jas lab yang utama adalah melindungi mahasiswa keperawatan dari cairan tubuh pasien, seperti darah, yang mungkin saja bisa mengenai baju seragam saat tindakan, atau untuk menghindarkan diri dari spesimen tubuh seperti feses saat pasien buang air besar, maupun dari nanah saat mahasiswa keperawatan melakukan tindakan rawat luka.

Nah Sobat memori dan teman-teman mahasiswa calon perawat profesional, demikian ulasan mengenai hal-hal yang perlu disiapkan jika hendak menjadi mahasiswa keperawatan. Semoga ulasan dengan judul Yakin Mau Jadi Perawat? Calon Mahasiswa Keperawatan Wajib Siapkan Ini Loh! dapat bermanfaat dan memberikan gambaran tentang bagaimana persiapan untuk menjadi mahasiswa keperawatan. Selamat mempersiapkan diri dan selamat berproses untuk menjadi seorang perawat yang profesional.


Read More
Wah, Ternyata Inilah Kebiasaan Salah Diet

Wah, Ternyata Inilah Kebiasaan Salah Diet

Halo sobat memori, bagaimana kabarnya kalian hari ini?. Tentunya sangat diharapkan selalu dan senantiasa sehat ya.
mengenai kebiasaan kalian yang pastinya sering dilakukan. 
Sobat memori, Sudah pasti kalian pasti sangat sebal kan jika jarum di timbangan tak juga bergerak ke kiri, bahkan malah tambah bergerak kekanan?. Mungkin karena kebiaasaan tidak baik ini yang masih terus kalian lakukan hingga saat ini. Apa sajakah itu?

Banyak Mengonsumsi Makanan Asin
Bukan hanya makanan berlemak dan makanan manis yang perlu Kalian kurangi ya sobat memori, makanan yang banyak mengandung garam juga  perlu diredam loh. Selain bisa mengakibatkan hipertensi, terlalu banyak garam di dalam tubuh membuat cairan tubuh tertahan. Akibatnya, berat badan Kalian tidak turun-turun. 

Terlalu Ngotot

Hormon kortisol yang keluar saat stres akan merangsang nasfu makan, memperlambat metabolisme, dan meningkatkan penumpukan lemak di perut. Relaksasi, seperti mendengarkan musik, tertawa bareng teman-teman, beryoga, pijat, atau jalan-jalan di alam terbuka, dapat mereduksi stres dan sangat amat disarankan. Lakukan salah satu aktivitas ini minimal 10 –15 menit setiap hari secara rutin.


Sering Begadang 
Penulis pernah membaca sebuah artikel tentang penelitian di AS yang menyatakan, kurang tidur akan meningkatkan hormon rasa lapar dan menurunkan hormon rasa kenyang. Studi yang lain menambahkan, orang yang tidurnya kurang dari 4 jam sehari punya peluang menderita obesitas 73% lebih tinggi dibandingkan orang yang tidur 7-9 jam per hari.

Makan Tidak Di Meja Makan
Tentunya pasti sering kan sobat memori makan tidak diatas meja makan, atau makan sambil menonton teve, membaca buku, atau mengetik di komputer membuat, Yang pada akhirnya Kalian tidak akan dapat menikmati makanan. Lalu, Kalian mudah tergoda untuk mengais atau mencari sesuatu yang nikmat dikunyah. Kalori yang masuk dalam tubuh pun akhirnya sulit dikendalikan. Agar makanan bisa dinikmati, usahakanlah selalu makan di meja makan ya sobat memori.

Kurang Gerak
Jika alasannya sibuk bekerja terus gak sempat untuk berolahraga. Loh, bukannya bisa ya sambil bekerja?, Tentu saja bisa sobat, Kalian bisa sedikit berolahraga kok, misalnya dengan melakukan peregangan kaki dan tangan, silang-silangkan atau ayun-ayunkan kaki dan tangan sambil duduk di kursi 2-5 menit setiap selang satu jam. Aktivitas ini mampu memberi tambahan pembakaran energi ketimbang Kalian hanya duduk rapi di kursi.
Masih Minum Alkohol
Saya sarankan jangan deh sobat, pasti sobat taulah kenapa janannya ya. Alkohol memperlambat proses metabolisme tubuh dengan menekan sistem saraf pusat. Alkohol juga dapat meningkatkan kortisol, hormon stres yang membantu penumpukan lemak di perut.

Menghindari Susu
Jika Kalian mengonsumsi yoghurt bebas lemak, keju, atau susu rendah lemak 3-4 kali sehari mampu mengusir 70% lemak dari tubuh loh. Kalsium dari susu berperan sebagai tombol yang memerintahkan tubuh membakar kelebihan lemak. Minumlah segelas susu bebas lemak saat sarapan, segelas yoghurt rendah lemak di siang hari, dan segelas susu bebas lemak di sore hari.

Libur Berdiet
Berdasarkan pengalaman seseorang yang dekat dengan saya ya, ini sudah membuktikan bahwa orang yang sukses menurunkan berat badan adalah orang yang disiplin menjalani program. Kenapa begitu? Karena meski ada pesta makan enak, kepingin makan ini, itu, digoda teman-teman,  dia tak akan tergoda dengan semua itu. Namun pada kenyataan dan faktanya, Apa yang dia katakan? ”Gak apalah sehari ini aja kok makan enak. Besok janji deh mulai diet lagi”. Nah sobat bagaimana?, sudah pasti sekali Kalian memberi kesempatan untuk libur diet, akan sulit untuk kembali berdiet.

Icip-Icip Plus
Tentu tak bisa dipungkiri, saat melihat orang menikmati cheesecake atau puding bersimbah saus cokelat, air liur Kalian pasti akan menetes. Sehingga yang adaa dipikiran anda hanyalah daripada penasaran dan terus-terusan mengkhayal, boleh, kok, Kalian juga mencicipinya, asalkan berbagi dengan orang lain. Kalian cukup mencicip satu gigitan kecil saja, supaya rasa penasaran terbayar. Bener apa bener sobat memori?

Panik, Panik, Panik!  
Pasti pada dasarnya kalian banyak yang berpikir mengapa setelah program dijalani lebih dari setengah jalan, hal biasa bila penurunan berat badan mulai melambat atau malah jalan di tempat. Catet nih sobat memori, Jika kalian melakukan latihan yang sama setiap hari akan membuat tubuh beradaptasi sehingga pembakaran lemak juga menjadi lebih lambat. Bila selama ini Kalian hanya berjalan kaki, hari berikutnya cobalah berenang, selanjutnya naik sepeda, kemudian sit up atau push up, agar kalori kembali mudah dibakar. 

Nah, sobat memori, itulah beberapa informasi yang kiranya dapat dijadikan acuan atau pedoman bagi sobat semua. (BCP)

Read More
Fakta Perjuangan Tenaga Medis saat Jaga Malam yang Tidak Pernah Kamu Tau Sebelumnya

Fakta Perjuangan Tenaga Medis saat Jaga Malam yang Tidak Pernah Kamu Tau Sebelumnya

Halo sahabat memori, Sehatkah kalian hari ini? Semoga selalu dan senantiasa diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa dan selalu dalam lindungan-Nya.

Sahabat Memori, tahukah kalian bekerja memang sangatlah penting dan sangatlah menjadi kebutuhan bagi mereka yang sudah dewasa, untuk mencari nafkah dan bertahan hidup. Memilih profesipun, sesuai dengan hati nurani dan cita-cita yang diidamkan. Salah satu pekerjaan yang kita tak pernah menyadari bahwa perjuangan mereka begitu berat adalah tenaga medis entah itu Dokter, Perawat, Bidan, Apoteker, Radiografer, dan lain-lain. Tidaklah ada kata menunda dalam profesi mereka. Sigap, tepat dan tangkas harus diterapkan, mendapat jam kerja tengah malampun wajib dilaksanakan, Siap tidak siap itulah tugas mereka.
Iya memang, mereka dibayar untuk menjadi tenaga medis di rumah sakit atau klinik. Namun seberapa sih berartinya uang, dibanding pengabdian mereka untuk menyelamatkan nyawa banyak pasien? Banyak hal yang mereka lakukan terlihat sepele atau sederhana, padahal itu sungguh perjuangan yang luar biasa besar loh, mau tau hal apakah itu? yuk kita simak dibawah ini:

Kondisi Hamil Tetap Bekerja Penuh Waktu



Perempuan hamil tentunya memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ada yang tetap sekuat baja, ada yang fisiknya menjadi lemah tak berdaya. Bagi tenaga medis, selama mereka berstatus aktif dan tidak cuti maka pekerjaan tetaplah sama seperti biasanya. 
Bisa dibayangkan, dokter dan perawat yang sedang hamil tua tetap harus sigap berlari ke sana ke mari untuk menolong pasien?. Ibu hamil tentunya harus menjaga kesehatan lebih ketat dari yang lainnya. Namun bagi tenaga medis, kehamilan bukan alasan bagi mereka bermanja-manja. Shift malam hingga pagipun dilaksanakan, meski perut membuncit besar. Dokter tetap beraktivitas seperti biasanya, begitu juga perawat. Pernahkah kalian sadari hal tersebut.

Waktu Bekerja 24 Jam, Tidak Kenal Siang Malam



Tenaga medis punya jam kerja yang berlaku 24 jam. Dalam artian, ada jam kerja pagi, jam kerja siang dan jam kerja malam. Meski sama-sama bekerja selama 8 jam seperti profesi lainnya namun mereka ada waktu bekerja dari malam hingga pagi hari. Laki-laki atau perempuan, sudah berusia ataupun masih muda, kondisi hamil atau tidak, semua mendapat gantian jam kerja secara adil dan rata. Di tengah malam saat orang-orang beristirahat tertidur dengan lelapnya, tenaga medis harus siaga jika ada yang membutuhkan bantuan mereka. Saat ada pasien yang butuh pertolongan, mereka sigap saat itu juga. Bahkan jika dibutuhkan melakukan operasi pada jam 2 pagi, akan dilakukan. Tidak ada kata nanti dulu, semuanya harus dilakukan segera. Mereka sedang beristirahat untuk makanpun, akan ditinggalkan jika pada kondisi darurat.



Beban Moral dan Psikis yang Besar

Jika ada keluarga kalian yang sakit, sudah pasti rasa panik kerap membuncah. Takut, cemas, sedih bahkan terkadang sampai ada yng jatuh pingsan saat mendengar anggota keluarga ada yang sakit dan pastinya tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada keluarga kita, apalagi jika sampai fatal. Coba sesekali renungkan, jika kalian saja khawatir luar biasa, bagaimana dengan tenaga medis yang menanganinya?. 
Beban moral yang sangat besar ada di pundak mereka semua. Yang ada dipikiran mereka hanyalah jangan sampai salah memberikan diagnosa, apalagi meresepkan obat atau menyuntikkan obat. Tidak hanya satu ataupun dua kali dalam sehari, mereka kerap mendengar tangisan pecah dari keluarga dan sahabat pasien yang telah tiada. Apa kalian pikir mereka tidaklah sedih, tidak kecewa, tidak kehilangan? tidak kalian salah jika berpendapat seperti itu. Merekapun tentunya turut merasa sedih, berduka, kecewa, dan kehilangan. Apalagi jika semua sudah diusahakan semaksimal mungkin namun takdir berkata lain.

Cobalah Sesekali Ucapkan Terimakasih, Setulusnya.

Iya, memang kalian sudah membayar semuanya atas jasa yang telah mereka lakukan, namun apakah sekian rupiah itu, bisa mengganti tenaga mereka? pastinya tidak, sekian rupiah yang kalian bayarkan itu tidaklah bisa mengganti jasa dan tenaga mereka yang dengan maksimal dan sepenuh hati merawat pasien yang sakit. Hendaknya sesekali kalian berinisiatif, Ketika mereka usai mengecek kondisimu atau pasien yang sakit, ucapkan terimakasih, bukan hanya sekedar terimakasih yang diucapkan saja, namun dengan ketulusan dan senyuman yang pastinya akan membuat mereka lebih dihargai dibanding dengan harga sepeser rupiah yang anda berikan untuk membayar jasa mereka.
Tenaga medis ini memang bukanlah profesi sembarangan, dibutuhkan kesabaran ekstra serta luar biasa untuk menjalankan profesi ini, stamina tubuh yang prima dan ketelitian tingkat dewa. Tidak semua orang bisa menjadi tenaga medis, terlebih yang melayani dengan hati serta penuh perhatian. Mereka adalah tangan-tangan yang diizinkan Tuhan untuk membantu manusia mendapatkan kesembuhan.

Sudahkah kalian menghargai profesi tenaga medis selama ini?

(BCP)




Read More